Lele : Ikan Ekonomis yang Bermutu Tinggi

  • Share

Oleh Aulia Andhikawati
Dosen Perikanan Universitas Padjadjaran Pangandaran

IKAN lele (Clarias Sp) merupakan salah satu ikan air tawar yang termasuk dalam golongan ikan ekonomis tinggi. Ikan lele memiliki harga berkisar 19.000 – 25.000 per kg, tergantung jenisnya.

Harga ikan lele dapat terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat. Angka pertumbuhan rata-rata produksi ikan lele sebesar 114,82% per tahun 2019. Hal ini menjadikan ikan lele termasuk dalam ikan air tawar ekonomis tinggi kedua setelah ikan gurame.

Permintaan yang tinggi dan budidaya yang mudah menjadikan ketersediaan ikan lele berlangsung secara berkelanjutan.

Pada tahun 2020, data produksi ikan lele di Indonesia menurut KKP yaitu sebesar 347.511 ton. Capaian target konsumsi ikan tahun 2020 mencapai 56,39 kg/kapita/tahun. Ikan lele termasuk ke dalam salah satu komoditas perikanan budidaya yang memiliki prospek yang bagus.

Hal ini dikarenakan ikan lele dapat dibudidayakan pada lahan dan air yang terbatas, dengan densitas stok yang tinggi, serta teknologi budidaya yang sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Selain itu pemasaran ikan lele juga relatif mudah. Ikan lele memiliki kandungan gizi yang sangat baik yang tidak kalah dengan ikan air tawar lainnya.

Ikan lele mengandung asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya, akan tetapi lebih rendah dari ikan air laut. Kandungan omega-3 seperti EPA dan DHA ikan lele dipengaruhi oleh umur dan berat ikan. Omega-3 EPA pada ikan lele dengan berat 200-250 gram mencapai 0,96% dari berat ikan, sedangkan pada ikan lele dengan 100 gram mengandug omega-3 sebesar 0,84%. Omega-3 DHA pada ikan lele dengan berat 100 gram sebesar 3,14%, sedangkan ikan lele dengan berat 150-200 gram mengandung DHA sebesar 2,27%.

Kadar protein ikan lele berkisar 15-18%. Kandungan gizi pada ikan lele dapat menjadi salah satu sumber protein dan asam lemak untuk kebutuhan tubuh manusia. Ikan merupakan salah satu sumber protein dan lemak yang murah dibandingkan daging ternak.

Masyarakat umumnya menyajikan hidangan ikan lele dalam bentuk ikan goreng ataupun ikan bakar. Agar dapat meningkatkan minat konsumsi ikan terutama ikan lele, maka perlu adanya kreatifitas dan diversifikasi produk perikanan.

Ada beberapa kendala masyarakat dalam konsumsi ikan, yaitu ikan yang mengandung duri, bentuk ikan lele yang berbeda dari jenis ikan lainnya, serta rasa ikan khas air tawar yang berbeda dari ikan air laut. Untuk dapat meningkatkan daya konsumsi terhadap ikan lele, maka ikan lele dapat diolah menjadi berbagai macam produk, seperti nugget lele, bakso ikan, kerupuk ikan, serta lele asap. ***

Total Views: 274 ,
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *