Syaiful Islam Raih Perunggu di Ceko, Salah Satu Siswa Teladan Cindera Mata

  • Share

Dia adalah Muhammad Syaiful Islam, anak muda yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Syaiful mengikuti pendidikan di Yayasan Cindera Mata Harapan Indah sejak TK sampai SMA, dan lulus pada 2018.

Segudang prestasi diraih Syaiful, mulai dari juara lomba tingkat kota sampai nasional. Untuk tingkat nasional, pada 2017 Syaiful berhasil menjadi juara pertama dengan menyabet medali emas di arena Olimpiade Sain bidang kimia.
Sedangkan pada tahun itu juga Syaiful menjadi salah satu siswa Indonesia yang meraih medali perunggu pada International Chemistry Olympiad (IChO) ke-50 di Republik Ceko.

Saat ditanya apa rahasianya sehingga bisa menyabet sederet prestasi, Syaiful menjelaskan, “lingkungan yang nyaman untuk tempat belajar, serta perhatian dari para pengajar di sini membuat murid-murid di Yayasan Cindera Mata terpacu untuk belajar lebih banyak lagi, dan kebetulan sekolahnya tidak jauh dari rumah saya.”

” Yayasan Cindera Mata juga sangat mendukung saat saya akan mengikuti lomba-lomba, baik tingkat kota, nasional apalagi tingkat internasional. Pelatihan dan fasilitas penuh diberikan untuk saya saat akan mengikuti perlombaan tingkat internasional. Selain itu saya juga menerima beasiswa atas prestasi saya. Murid-murid di sini juga mendapat perlakuan yang sama. Hal ini membuat kami para murid merasa sangat nyaman,” ujarnya.

Ya, orang tua mana yang tidak bangga dengan segudang prestasi pendidikan yang diraih putera-puterinya. Indriyana, ibu dari Muhammad Syaiful Islam dan Rifky Mudiah yang menyekolahkan keduanya di Yayasan Cindera Mata mulai dari SD hingga lulus SMA.

 

“Guru-guru di Yayasan Cindera Mata sangat komunikatif terhadap orang tua murid sehingga kami sebagai orang tua ikut terlibat dengan anak-anak. Selain itu Yayasan Cindera Mata memberikan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi dan juga memberikan pelatihan yang sangat bagus, terbukti hasilnya. Banyak anak-anak didik lulusan Yayasan Cindera Mata yang mempunyai prestasi, baik saat masih menjadi murid disini maupun setelah lulus,” katanya.

Kedua puteranya itu pun akhirnya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). (rina)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *