Bhima Yudhistira Jadi Nara Sumber Berbagai Media Nasional

  • Share

Satu lagi alumni Yayasan Cindera Mata berprestasi. Dia adalah Bhima Yudhistira Adhinegara yang saat ini berprofesi sebagai Pengamat Ekonomi dan Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies). Pria kelahiran 3 November 1989 ini masuk di SMA Yayasan Cindera Mata pada 2006. Menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada dan S2 di University of Bradford, Inggris. Bhima pun menceritakan pengalamannya sebagai siswa SMA Cindera Mata di Harapan Indah yang cukup membekas dalam memorinya.

“Suasana hangat pertukaran ilmu antara guru dan murid memberikan keberanian bagi para murid untuk lebih banyak bertanya. Guru-guru di sini bisa memposisikan diri layaknya teman berdiskusi bukan saja pada saat jam pelajaran, tapi juga di luar jam pelajaran sekolah. Kultur di sekolah tidak kaku, tapi tetap disiplin. Pelajaran terasa hidup misalnya ketika menjelaskan rumus matematika yang rumit, atau teori ekonomi yang detail. Hampir tidak membosankan, apalagi guru memahami materi dengan baik jadi penjelasannya pun bisa dipahami dan diingat,” ujar Bhima.

“Selain itu kualitas pengajaran di sini menciptakan rasa penasaran dan dahaga akan ilmu. Karena hubungan yang harmonis, menjadikan komunikasi antara siswa dan guru menjadi lebih baik sehingga ilmu bisa terserap seluruhnya. Kalau masalah kemampuan berlogika dan menghapal pelajaran saya kira itu penting, tapi pendidikan di sini juga penuh dengan aktivitas ekstrakulikuler. Kemampuan bersosialisasi dengan berbagai latar belakang ternyata aset penting dalam perjalanan karier saya,” lanjutnya.

Begitu lulus SMA Cindera Mata, Bhima lulus ujian masuk di Jurusan International Undergraduate Program, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.  Apalagi, dulu saat sekolah dia banyak bertanya dan memperdalam pelajaran dengan aktif berdiskusi di kelas. Karenanya, persiapan di perguruan tinggi bukan tantangan yang berarti. Begitu juga semangat yang diperoleh saat duduk dibangku SMA Cindera Mata diteruskan ketika kuliah di University of Bradford Inggris dengan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan.

Artinya, pengalaman sebagai siswa di SMA Cindera Mata sangat membantu sebagai bekal meniti karir dengan pemikiran yang kritis-konstruktif dan berkontribusi bagi perkembangan ekonomi Indonesia. “Pengalaman untuk bisa berdiskusi secara terbuka menempatkan saya sebagai narasumber di berbagai media nasional maupun internasional. Beberapa media yakni Kompas, CNN Indonesia, Tempo, dan CNBC Indonesia bahkan Reuters menjadi partner dalam menyampaikan pemikiran soal ekonomi. Pada 2019 saya dinobatkan sebagai Milenial ke-4 dengan jumlah kutipan di media massa yang paling banyak yakni 17.175 quotes dan pada 2020 sebagai top 5 key opinion leader di media massa versi Koaksi dan Lokadata,” paparnya.
Perjalanan karir saat bekerja sebagai Peneliti Ekonomi di INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) meliputi analisis perkembangan ekonomi digital seperti e-commerce, infrastruktur digital, hingga perkembangan AI (kecerdasan buatan) dan revolusi industri 4.0. Saat ini saya diberikan amanah sebagai Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) lembaga think tank untuk pengkajian masalah ekonomi,” tutup Bhima mengakhiri pembicaraan. (rina)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *